Panduan Hibah Penelitian Muhammadiyah
Perkembangan sosial politik, sosial ekonomi, dan sosial budaya dalam kehidupan nasional maupun global yang semakin kompleks dan dinamis meniscayakan Muhammadiyah melakukan konsolidasi dan reaktualisasi peran gerakannya. Demikian halnya dengan perkembangan orientasi hidup masyarakat yang semakin terbuka, bebas, dan menunjukkan banyak kecenderungan perilaku sosial heterogen mendorong Muhammadiyah untuk merumuskan pandangan dan langkah antisipatif, responsif, dan solutif. Lebih jauh dengan semakin dinamisnya perkembangan kehidupan di ranah lokal, nasional, dan global dalam berbagai aspeknya yang bersifat kontemporer dan sangat kompleks menuntut Muhammadiyah untuk menyusun programprogram yang mampu mengantisipasi dan memberikan jawaban aktual sejalan dengan misi utama dakwah dan tajdid dalam gerakannya.
Memasuki abad kedua, Muhammadiyah senantiasa bergerak dalam lingkungan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal yang sarat dinamika, masalah, dan tantangan aktual yang multi-dimensi dengan keniscayaan melakukan ikhtiar mencermati, mengantisipasi, dan 6 Panduan Hibah Penelitian Muhammadiyah memberikan solusi strategis dalam bingkai Islam berkemajuan menuju pencerahan peradaban. Muktamar tahun 2005 dan Muktamar 2010 menjadi awal bagi Muhammmadiyah memasuki abad kedua yang penuh dengan problematika keumatan di berbagai lini kehidupan. Berbagai tantangan Muhammadiyah dapat disebutkan di antaranya disahkannya ASEAN Charter oleh sepuluh negara; pergeseran yang cepat titik gravitasi geo-politik, geoekonomi, dan geo-sosial-budaya dari Eropa dan Amerika Utara ke Asia dengan pusat utamanya China, dan di tingkat ASEAN disepakatinya Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Demikian halnya pada dinamika yang dihadapi umat Islam di tingkat nasional maupun global juga menuntut perhatian bersama oleh setiap elemen persyarikatan. Visi berkemajuan, oleh karenanya, perlu digalakkan terutama di setiap Amal Usaha Muhammadiyah. Peguruan tinggi dengan jumlah yang besar telah menjadi modal sosial sekaligus modal ekonomi bagi Muhammadiyah sehingga dapat berfungsi sebagai pusat kajian strategis yang akan menopang pilar-pilar peradaban melalui aktivitas akademis seperti penelitian dan produksi karya ilmiah lainnya. Melalui perguruan tinggi itu pula, Muhammadiyah sudah selayaknya mampu menyumbang banyak gagasan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilahirkan di setiap tingkatan.
Seiring dengan semangat itu, hal yang tidak kalah penting tentunya adalah mengkaji Muhammadiyah itu sendiri baik sebagai organisasi keislaman terbesar di Indonesia, maupun peran dan posisinya dalam merespon berbagai isu lokal maupun global. Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar awal Agustus 2015 lalu telah menghasilkan tanfidz yang memuat Panduan Hibah Penelitian Muhammadiyah 7 visi pengembangan, terutama untuk bidang penelitian dan pengembangan. Visi pengembangan itu menjurus pada meningkatnya budaya serta kinerja penelitian dan pengembangan di lingkungan Muhammadiyah sebagai basis pengambilan kebijakan dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah. Melalui visi pengembangan ini pula sistem gerakan menjurus kepada upaya mengembangkan model dan standar mutu penelitian dan pengembangan di lingkungan
Persyarikatan yang memadukan standar research and development dengan kebutuhan dan kapasitas Sumber Daya Manusia peneliti di lingkungan Persyarikatan. Tanfidz Muktamar ke-47 tersebut juga bermakna strategis bagi setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah guna membangun pusat-pusat penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk penyediaan pengetahuan dan analisis terkait isu-isu kontemporer yang dibutuhkan Persyarikatan. Perhatian terhadap bidang penelitian dan pengembangan sebagaimana yang tertuang dalam tanfidz tersebut juga mengarah pada upaya membangun jaringan dengan pusat-pusat penelitian dan pengembangan di dalam dan luar negeri, terutama dari kawasan dunia Islam dengan pendekatan dakwah dan semangat Islam berkemajuan. Sebagai mandat dari tanfidz Muktamar dalam bidang penelitian dan pengembangan, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaksanakan lokarkarya yang di antaranya menyepakati agenda besar terkait penelitian tentang Muhammadiyah.
Hasil lokakarya ini telah menyusun sebanyak 275 tema penelitian yang dipandang penting dan strategis serta memberi manfaat yang cukup besar bagi Persyarikatan. Tema-tema penelitian ini diharapkan dapat 8 Panduan Hibah Penelitian Muhammadiyah merangsang peneliti-peneliti di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk mengkaji dan menelaahnya sehingga mampu memperkaya perspektif dan terbangunnya tradisi ilmiah dalam rangka mewujudkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai think tank Muhammadiyah. Sebagai upaya menindaklanjuti hasil lokakarya ini, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Hibah Penelitian tentang Muhammadiyah. Buku panduan ini disusun adalah sebagai pedoman bagi peneliti-peneliti di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah agar dapat berpartisipasi dalam program hibah tersebut.
TUJUAN Program Hibah Penelitian Muhammadiyah secara umum bertujuan untuk:
- Mendorong dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk meneliti topik-topik strategis bagi Persyarikatan
- Menjamin penelitian yang dilakukan dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah berkualitas
- Menawarkan mekanisme sharing dana penelitian Di samping tujuan umum tersebut, secara khusus Hibah ini hendak menghimpun data persyarikatan di tingkatan lokal termasuk aktivitas dakwah, perkaderan dan dinamika lainnya mulai dari ranting hingga wilayah.
Silahkan dapatkan file panduan nya, UNDUH DISINI